AL-MAWADDAH FIL-QURBA

Koleksi perbahasan Ilmiah Tentang Mazhab Ahlul Bayt as

Senarai buku-buku mazhab Ahlul Bayt as untuk anda baca secara percuma dalam format PDF boleh diakses di sini. Artikel ilmiah boleh diakses di sini.

  1. Kedudukan Al-Quran dalam Mazhab Islam Syiah - 19/02/2018 01:52:32 PM [61] Baca seterusnya »
  2. Tuduhan Sunni Terhadadap Syiah,Ternyata Sunni Pembohong Besar - 23/12/2017 08:01:38 PM [83] Baca seterusnya »
  3. Telaah Terhadap 700 Pembuat Hadis Palsu Maudhu’ - 14/10/2017 01:16:40 PM [104] Baca seterusnya »
  4. Benarkah Yazid bin Mu’awiyah Tidak Terlibat Dalam Pembunuhan Husain bin Ali AS? - 07/10/2017 05:29:56 PM [82] Baca seterusnya »
  5. Wasiat Muawiyah Kepada Yazid Agar Membunuh Imam Husayn AS - 07/10/2017 05:15:55 PM [99] Baca seterusnya »
  6. Sejarah Berdarah Kaum Wahabi-Salafy Atas Kuburan Al-Baqi - 07/10/2017 11:57:29 AM [92] Baca seterusnya »
  7. Meluruskan Prasangka Tradisi Asyura (10 Muharram) - 02/10/2017 05:45:39 PM [81] Baca seterusnya »
  8. Hari Asyura: Perintah Menangis Untuk Imam Husayn as - 24/09/2017 03:30:56 PM [90] Baca seterusnya »
  9. Pesanan Haji Ayatollah Khamenei 2017 - 31/08/2017 01:25:52 PM [77] Baca seterusnya »
  10. Ancaman Kepada Mereka Yang Membenci Ahlul Bayt as - 18/07/2017 03:23:20 PM [101] Baca seterusnya »

    Selanjutnya »: 1 2 3 4 [Next] [Last Page]


    Sila baca perbahasan di bawah ini. Ia telah diakses 109 kali.

    MANAKAH YANG BENAR, BERPEGANG KEPADA QUR`AN DAN SUNNAAH NABI (AL-QURAN WA SUNNATI) ATAU BERPEGANG KEPADA QURAN DAN AHLUL BAIT NABI (AL-QURAN WA AHLUL BAITI)

    "Aku tinggalkan dua perkara padamu yang jika kamu berpegang teguh kepada keduanya niscaya

    kamu tidak akan tersesat, yaitu Kitab Allah dan sunah Nabi-Nya."

     

    Hadist inilah yang dijadikan rujukan ku dahulu saat masih menganut faham wahabi,bahwa kita harus berpegang pada Qur`an dan sunnah Nabi, dikatakan bahwa dengan berpegang kepada Kitabullah Alqur`an  sunnah nabi inilah ummat Islam tidak akan pernah tersesat selama-lamanya.Inilah bangunan dasar dan pilar terkuat wahabisme- dan umunya mazhab ahlusunnah . dengan dogma inilah mereka kaum wahabi yang mengaku sebagai salafi kemudian memberantas segala tradisi ummat Islam yang berbeda faham dengan mereka,segala yang MEREKA ANGGAP tidak sesuai dengan sunnah Nabi DALAM TAFSIRAN DAN DEFINISI YANG MEREKA BUAT TENTANG SUNNAH, sengaja saya besarkan huruf-hurufnya untuk memberikan penekanan, semoga orang-orang berakal  &tidak taasub seperti para pembaca akan terbuka hati dan fikirannya. Dengan dalih sunnah Rasul inilah mereka kaum salafi-wahabi  menghancurkan segala bentuk yang mereka anggap sebagai bid`ah, mereka telah pernah menodai sejarah Islam dengan darah kaum muslimin. Selanjutnya nash yang mereka jadikan dalil dan pilar utama pemikiran mereka  ini akan kita uji kebenarannya, bila pilarnya kokoh, artinya kokohlah seluruh keyakinan mereka, tetapi sebaliknya bila pilarnya rapuh, maka runtuhlah seluruh bangunan pemikiran dan system keyakinan mereka.

     

    Yang menarik dari kebenaran hadist tersebut adalah, bahwa hadist tersebut SAMA SEKALI TIDAK ADA DALAM KUTUBU SITAH APALAGI DALAM BUKHARI MUSLIM,DAN TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN MUHADIST TERBESAR AHLUSUNNAH TERSEBUT. sengaja tulisan ini lagi-lagi saya besarkan untuk memberi penekanan agar orang-orang yang berfikir terbuka, cerdas dan tidak terjebak fanatisme seperti para pembaca dapat memahami  bahwa hadist yang merupakan pilar utama bangunan mereka kaum wahabi, dan sebagian besar saudara ahlusunnah tersebut, bahkan tidak ada dalam Bukhari Muslim.

     

    Yang menarik adalah, mereka menganggap hadist ini sebagai sahih-mutawatir.Coba saja pembaca buka dalam situs-situs mereka, para pengikut agama Salafi pasti selalu menyitir hadist ini yang lemah ini.Bila ada pengikut agama salafi yang ngotot(karena biasanya mereka selalu ngotot) ,minta saja dia untuk menunjukan keberadaan hadist tersebut dalam Bukhori Muslimnya mereka , pasti tidak ada ,biasanya setelah itu wajahnya pasti memerah dan akan menjelek-jelekan syiah seandainya anda syiah seperti saya, tapi bila pembaca adalah pengikut mazhab yang  empat (syafii, hambali, hanafi,atau Maliki) , biasanya pun mereka akan mencari-cari kesalahan mazhab anda dengan menyerang secara membabi buta , bila anda diserang,tetaplah anda sabar dan menahan diri, biarkan kaum yang tidak berakhlaq,kita tetap menjaga akhlaq insya Allah.

     

    Dari sini saja jelas terbukti bahwa mereka berpegang pada pegangan atau rujukan yang rapuh, saat ini diserang, mereka akan kehabisan dalil sehingga balik menyerang.biasanya memang seperti itu.Adapun bagi anda yang mau tahu misteri keberadaan hadist tersebut  , untuk lengkapnya saya akan kutip pendapat Dr.Syirazi al Musawwi ulama Sudan yang berpindah ke mazhab ahlul bait berikut ini  :

    1. Hadis ini tidak diriwayatkan oleh para penulis kitab sahih yang enam dikalangan Ahlus Sunnah, dan ini sudah cukup untuk mendhaifkannya. Bagaimana bisa mereka berpegang kepada sebuah hadis yang sama sekali tidak ada di dalam kitab-kitab sahih dan musnad mereka. Seseorang yang memperhatikan bagaimana hadis ini diperlakukan dikalangan Ahlus Sunnah, sepertinya dia akan merasa yakin bahwa hadis ini telah diriwayatkan oleh kitab-kitab sahih, terutama sahih Bukhari dan sahih Muslim; padahal kenyataannya hadis ini sama sekali tidak terdapat di dalam kitab-kitab sahih dan musnad.

     

    2. Sesungguhnya sumber-sumber pertama yang menyebutkan hadis ini ialah kitab al-Muwaththa Imam Malik, hadist ini juga ada di Sirah Ibnu Hisyam, tapi ini bukan kitab hadist  dan ada juga dalam  ash-Shawa'iq Ibnu Hajar, dan saya tidak menemukan kitab lain yang meriwayatkan hadis ini. Kitab-kitab ini telah menukil kedua hadis ini secara bersama-sama, kecuali kitab al-Muwaththa.

     

    3. Riwayat hadis ini mursal di dalam kitab ash-Shawa'iq, dan terpotong sanadnya di dalam Sirah Ibnu Hisyam[30] Sirah Ibnu Hisyam, cetakan lama, jld. 2, hal. 603; cetakan ketiga, jld. 4, hal. 185; cetakan terakhir, jld. 2, hal.221. Ibnu Hisyam mengaku bahwa dia mengambil hadis ini dari Sirah Ibnu Ishaq, dan saya telah mencarinya di dalam Sirah Ibnu Ishaq namun saya tidak menemukannya di dalam semua cetakannya. Lantas, dari mana sebenarnya Ibnu Hisyam mengambil hadis ini....?! (ini misteri pertama * Abu Shadra)

     

    4. Adapun riwayat Malik terhadap hadis ini adalah khabar marfu' yang tidak ada sanadnya. Perawi al-Muwaththa berkata, "Telah berkata Malik kepada saya bahwa telah sampai berita kepadanya sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda ... (al-hadis)." [ Al-Muwaththa, Imam Malik, jld. 2, hal. 46. (ini misteri ke2 , inilah kegaiban hadist tersebut Abu Sadra)

    [32] Al-Mustadrak, jld. 1, hal. 93.

     

    Sebagaimana Anda lihat, hadis ini tidak bersanad, maka oleh karena itu tidak boleh bersandar kepadanya. Mengapa hanya Malik yang meriwayatkan hadis ini sementara gurunya Abu Hanifah atau muridnya Syafi'i dan Ahmad bin Hanbal tidak meriwayatkannya. Jika hadis ini sahih maka kenapa para Imam mazhab dan para Imam hadis berpaling darinya.

     

    5. Al-Hakim mengeluarkan hadis ini di dalam mustadrak-nya (Al-Mustadrak, jld. 1, hal. 93.) dengan dua jalur. Pada jalur pertama terdapat Zaid ad-Dailasi, dari Doimah, dari Ibnu Abbas. Kita tidak mungkin dapat menerima hadis ini karena pada sanadnya terdapat Ikrimah si pendusta (Nanti akan akan dijelaskan pendapat para ulama ilmu al-Jarh wa ta 'dil tentang 'lkrimah. Dalam pembahsan lainnya di bawah)  Dia termasuk seorang musuh Ahlul Bait , dan termasuk orang yang memerangi dan mengkafirkan Ali .Diapun seorang pengikut Khawarij. Adapun pada jalur yang kedua terdapat Shalih bin Musa ath-Thalhi, dari Abdul Aziz bin Rafi', dari Ibnu Shalih, dari Abu Hurairah. Hadis ini pun tidak mungkin dapat diterima, karena menurut riwayat Abu Sa’id al-Khudri “konon” hadis ini dikatakan oleh Rasulullah saw pada saat beliau terbaring hendak wafat, sementara pada waktu itu Abu Hurairah sedang berada di Bahrain karena diutus bersama 'Ala al-Hadhrami satu tahun setengah sebelum Rasulullah saw wafat. Lantas kapan Abu Hurairah mendengar Rasulullah saw yang sedang terbaring hendak wafat mengatakan hadis ini.(apakah dia ini orang sakti yang ada di dua tempat sekaligus?)

     

    Para pembaca dapat melihat sendiri tentang misteri demi misteri yang ada dalam hadist yang menjadi rujukan utama mereka kaum salafi , dan sebagian kaum muslimin ahlusunnah saudaraklu yang termakan pro[pagada salafiyun, yang dengan dalih nash tersebut mereka melegitimasi aliran mereka sebagai yang paling nyunnah dan selain mereka adalah  sesat,bid`ah , dan bahkan mereka tak segan-segan menghukumi kafir terhadap para ulama yang berbeda pendapat dengan mereka,padahal hadist tersebut yang menjadi prinsip utama doktrin mereka seperti yang anda telah ketahui bersama, hadist yang diliputi berbagai misteri. Kelemahan dan kepalsuan hadist ini menunjukan rapuhnya bangunan keyakinan mereka.

     

    Jadi kepada kaum Salafi, janganlah kalian mengatakan kesana kemari pada para pembaca awam  bahwa orang syiah suka menggunakan hadist2 palsu, bila kalian sendiri mendirikan bangunan kalian di atas hadist2 yang rapuh.

     

    INILAH AMANAT RASULULLAH YANG HARUS KITA PEGANG TEGUH

     

    “ Wahai manusia telah kutinggalka kepada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh kepadanya maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya ; Kitabullah dan Itrah Ahlul Baitku.”

     

    Dalam lafadz lainnya beliau bersabda ;

    “ Kutinggalkan kalian dua yang berat ( tsaqalain) yang bila kalian berpegang pada keduanya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya; yang pertama adalah Kitabullah yang didalamnya ada petunjuk dan cahaya, yang kedua adalah Ahlul Baitku ; aku ingatkan kalian tentang ahlul baitku ini, aku ingatkan kalian tentang ahlul baitku ini .”

     

    ( Sahih Muslim , bab Fadhail Ali, jilid 5 hal 122; Sahih Tirmidzi jilid 5 hal 328 )

     

    Masih banyak lagi hadist-hadist tsaqalain ini, yang merupakan pesan Rasulullah untuk berpegang teguh kepada Alquran dan ahlul bait atau keluarga Rasulullah agar kita tidak tersesat.Inilah yang menyebabkan saya kemuadian beralih ke mazhab ahlul bait.Pertanyaannya adalah, mengapa kita harus berpegang teguh pada ahlul bait bukan pada selain mereka. Karena Alqur`an menjamin mereka ahlul bait ini, sehingga merekalah yang kemudian diyakini sebagai penafsir Alqur`an dan penjaga sunah-sunah Rasulullah.

     

    Kita mengetahui bahwa para sahabat tidak mendapat jaminan dari Allah sebagaimana Ahlul bait yang disucikan, karena itu diantara sahabat ada yang ingatannya kuat adapula yang pelupa sebagaimana Sahabat Anas bin Malik, mereka manusia yang kadang benar dan barangkali banyak salah, sehingga mereka tidak bisa dijadikan rujuka kebenara,

     

    Adapun ahlul bait sebagai rujukan yang dapat dipertanggung jawabkan, karena Alqur`an memberikan jaminan akan kesucian mereka sebagaimana ayat berikut ini :

     

    “ Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan noda dan dosa dari kalian wahai ahlul bait dan bermaksud mensucikan kalia sesuci-sucinya.”

     

    Adappun ahlul bait yang dimaksud disucikan saat ayat ini turun bukanlah para habaib atau seluruh keturunan rasulullah tetapi ahlul bait yang dimaksud adalah yang dijelaskan oelh nash, yaitu : Rasulullah, Ali , Fatimah, hasan dan Husein . Merekalah yang kita semua bershalawat atasnya setiap shalat dan diluar shalat ; “ Allahumma shalli ala Muhammad wa ala aali Muhammad…. Limpahkanlah Ya Ilahi shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad.


    Renungan:
    Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara,
    karena itu damaikanlah kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (Al-Hujurat: 10).